Laras hati berkelana iris janji,
Mengukir bisikan,
Bisikan memacu hasrat. . .
Desir-desir mimpi,
Isyaratkan legit dunia. . .
Kamulah satu-satunya,
Yang ternyata mengerti aku. . .
Maafkan aku selama ini,
Yang sedikit melupakanmu. . .
S'gala santun yang kau endap dijiwaku,
Tak terisap dulu. . .
Kini kecapkan sesalku,
Anyaman cintamu,
Terkoyak buram mataku. . .
Laras hati,
Alirkan diri kembali,
Membujur tubuhku,
Sejuk pangkuan dirimu,
Tak ingin terbungkus,
Terbungkus penyesalan. . .
Puing-puing janjiku,
Kupugar kembali untukmu. . .
Sgala denyut nadi memanggil. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar