Senin, 16 Mei 2011

Do'a Imajiner seorang WANITA

Doa yg kupanjatkan ketika aku masih gadis:
”YA ALLAH…. beri aku calon suami yang baik, yang sholeh. Beri aku suami yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku.”

Doa yg kupanjatkan ketika selesai menikah:
”YA ALLAH…. beri aku anak yg sholeh dan sholehah, agar mereka dapat mendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalanku yg tidak pernah putus.”

Doa yg kupanjatkan ketika anak-anakku lahir:
”YA ALLAH… beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islami yg baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu YA ALLAH….”

Doa yg kupanjatkan ketika anak2ku sudah mulai sekolah:
”YA ALLAH….. jadikan dia murid yg baik sehingga dia dapat bermoral Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda.”

Doa yg kupanjatkan ketika anak2ku sudah beranjak remaja:
”YA ALLAH…. jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yg mengkhawatirkanku. YA ALLAH aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat buah yg sedang ranum.”

Doa yg kupanjatkan ketika anak2ku menjadi dewasa:
”YA ALLAH…. entengkan jodohnya, berilah jodoh yg bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dgn keluarga kami.”

Doa yg kupanjatkan ketika anakku menikah:
”YA ALLAH …. jangan kau putuskan tali ibu & anak ini, aku takut kehilangan perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia ikut keluarga kecilnya.”

Doa yg kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:
”YA ALLAH …. mudah-mudahan cucuku lahir dgn selamat. Aku inginkan nama pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoria wibawaku sebagai ibu dari ibunya cucuku.”
————————–

Ketika ku panjatkan doa2 itu, aku membayangkan ALLAH menjawab doaku dan berkata…..

“Engkau ingin suami yg baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik dan sholehah…dan seberapa besar usahamu untuk senantiasa menjadi wanita sholehah?"

"Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau ikhlas dan senantiasa berusaha menjadi makmum yg baik?”

“Engkau ingin anak yg
sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada suamimu. Jangan egois begitu,
engkau ingin anak yg
sholehah hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu. Tentu mereka menjadi sholehah utama karena-KU, karena aturan yg mereka ikuti haruslah
aturan-KU.”

“Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa? prestig? atau mode? atau engkau tidak mau direpotkan dgn mendidik Islam padanya? engkau juga harus belajar, engkau juga harus bermoral Islami, engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha mengkhatamkannya”

“Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan
mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk
menutup aurat? Sementara engkau tahu AKU wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan umat-KU.”

“Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu, seolah engkau tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-KU. Percayalah kalau anakmu adalah anak yg sholihah maka yg sepadanlah yg dia akan dapatkan.”

“Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu… AKU yg memiliki dia
saja, AKU bebaskan dia dgn kehendaknya. Aku tetap mencintainya, meskipun dia berpaling dari-KU, bahkan ketika dia melupakan-KU AKU tetap mencintainya.”

“Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu, berilah kebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yg menjadi
amanahnya.”

Lantas…… aku malu dgn imajinasi do’a-ku sendiri…. Aku malu akan tuntutanku kepada-NYA.... Maafkan aku YA ALLAH….
YA ALLAH…. bimbing hamba agar senantiasa ikhlas dan mensyukuri semua ketetapanmu-MU.... Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar