Aku ingin memapas waktu yang begitu kejam merejam,
Hingga untuk memejamkan mata kadang aku mesti memimpikan kata,
Agar sajak saja yg tercipta,
Dg sajak aku bisa tuangkan rindu,
Sejenak lupakan lajur perjalanan hidup yg merentang hingga kita baru bertemu dg bebatuan hitam membeku biar tak bisa memapasnya,
Tetaplah aku ingin menyeberangi sungai dg batu berlumut dilewati aliran air dan kadang lumpur di bawah lindap kesunyiannya,
Aku ingin memapas ragu kobarnya kulihat menyala dlm hatimu,
Sentuhanku membuatnya hampir surut tapi dewa tak membiarkannya pupus,
Karena cinta memang mesti disapa dg linang air mata. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar