Rintihan sukma datang dari alam maya,
Meski berawal dari kreasi yang nyata,
Tetapi penyesalan seluas cakrawala meski kau ingin segera sampai diujungnya,
Tak akan bisa kecuali cahaya menuntunmu ke sana,
Kau hirup racun dalam kesadaran yg dalam,
Kau racik noda dalam hasrat yg memabukkan,
Ketika ribuan ular berbisa mulai mengerubutimu,
Kau nikmati gigitannya layaknya sedang penetrasi,
Kau terbelalak puas dalam lenguhan panjang,
Kau tertawa girang, seperti serdadu menang perang,
Kau terpuruk bersama pekatnya malam,
Segurat wajah menatap kosong dalam bayangan hitam,
Terselubung samar dalam jubah panjang terbentang,
Suaranya menggemuruh lantang,
Kau menjerit menahan sakit bukan kepalang,
Setiap ucapannya seperti sebilah pedang,
Menghujam jantung dan kau terus meradang. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar