Jumat, 01 April 2011

Ga ad JuduL again


        Wanita itu termenung dimeja makan, dia hanya memandang makanan diatas meja makan yang dimasak khusus untuk suaminya itu. Jam telah menunjukan pukul 21.30 Wib tapi suaminya belum juga menunjukan tanda-tanda pulang. Wanita itu membereskan makanan yang telah tersaji dimeja makan dan membawanya kedapur untuk disimpan dilemari es agar sewaktu-waktu suaminya pulang dan ingin makan tinggal dipanaskan dimikrowabe saja. Setelah selesai memberseskan makanan Wanita itu menuju ruang keluarga lalu menyalakan tv untuk membunuh rasa jenuh. Berkali-kali ia mengganti-ganti channel diTv tersebut, mukanya jadi semeringah ketika mendengar bunyi kelakson mobil yang memasuki perkarangan rumahnya, secepat kilat ia membuka tirai mengintip dari jendela keadaaan diluar. Mukanya berubah jadi lesu kembali ketika yang didapatin bukan mobil suaminya.
Bel pun berbunyi.
“Assalamualikum bu, bu Rita…”, Teriak seorang dibalik pintu tersebut.
“wa’alikumsalam.” Jawab Rita dari dalam rumah
Pintupun dibuka.
“Eh Tomi... ada apa malam-malam mampir kesini... ayo masuk..” Rita menyapa
“Ga usah repot-repot bu, saya kesini cuma disuruh mengantarkan tas bapak kerumah.” Jawab Tomi.
“Emang bapaknya kemana? Kok belum pulang?” Tanya Rita
“Oooh tadi kata bapak beliau masih ada metting dengan rekan bisisnya. Yah udah bu saya pamit undur diri dulu yah..”
“ya udah, makasiih yah Tom.”
Tomi pun berlalu meninggalankan kediaman rumah Rita.
Rita pun langsung kekamar meletakan tas tersebut dimeja kerja suaminya, lalu ia melirik BBnya dilihatnya tidak ada BBM, SMS atau telpon masuk dari suaminya. Rita online BBMnya masih terlihat hal yang sama dengan beberapa jam yang lalu BBM suaminya offline. Rita pun menekan angka-angka diBB tersebut untuk menelpon suaminya tapi tetep nomor suaminaya tidak aktif.
Hati Rita sangat was-was apa yang terjadi kepada suami tercintanya hingga pukul 22.00 tidak ada kabar berita dari suaminya. Rita mencoba rebahkan tubuhnya dan memejamkan mati namun nihil matanya enggan untuk dipejamkan. Bolak balik tubuhnya ditempat tidur gelisah, matanya tertuju pada tas suaminya yang diantarkan oleh Tomi setengah jam yang lalu. Dibukanya tas tersebut dengan hati-hati, isinya cuma laptop. Ada satu bagian yang belum ia buka dari tas tersebut, resleting kecil disamping tas dibukanya pelan-pelan. Rita menemukan kotak perhiasan kecil yang berisikan kalung berlian dengan liontin berbentuk hati, cantik sekali kalung itu. Dalam hati kecil Rita pun bertanya-tanya untuk apa suaminya membeli kalung berlian ini? untuk siapa? Tidak mungkin untuk dirinya. Wajar Rita berpikir seperti itu selama 6 bulan mereka menikah Hary suaminya sangat dingin bahkan walau mereka tidur bareng sekalipun Hary tidak pernah menyentuhnya. Sebagai seorang wanita Rita membutuhkan kehangatan seorang pria. Rita mencoba untuk bertahan dengan kondisi rumah tangga yang seperti ini, ia mengerjakan tugas rumah layaknya seorang istri yang biasanya. Rita sadar 3 bulan pacaran dengan suaminya tak cukup untuk ia mengenal watak suaminya. Awal mula mereka berkenalan melalui situs jejaring social Facebook, 2 bulan mereka berpacaran lewat dunia maya karena mereka terpisahkan oleh kota, Hary tinggal diBogor dan Rita tinggal diLampung. Mereka merasa cocok lewat akun facebook milik masing-masing mereka sangat akrab mereka merencanakan pertemuan yang indah bahkan sampai merencanakan pernikahan. Cinta memang buta walau jarak memisahkan bahkan tidak pernha berjumpa sekalipun tak jadi kendala untuk merajut jalingan asmara. Sungguh ini diluar logika. Pertemuan indah pun tiba. Hary duduk termenung dipelabuhan merak menunggu datangnya pujaan hati. Rita yang berangkat dari pelabuhan lampung menggunakan kapal Very. Kapal Very pun merapat pada dermaga, satu persatu penumpang turun dari kapal. Hary hanya bias melihat orang yang berlalu lalang, lalu Hape Hary berdering ada SMS masuk siapa lagi kalo bukan dari Rita.
“yank.. kita ketemuan dikantin pelabuhan aja,
biar mudah ketamuanya.
Aq tunggu km disana yah…”

Secepat kilat Hary membalasnya.
“Oke sayank..
Aq ud ga sabar nih buat ketemu sm km :-*”

Lalu Hary menuju kantin yang dimaksud, sesampainya dikantin Hary kembali mengetik SMS.
“Km duduk dimeja mana yank?
Km pke baju apa?”

Rita membalas.
“aQ duduk dimeja pojok blkg skli yank,
Aq pke baju ungu..”

Hary pun melihat disekeliling pojok-pojok kantin tersebut, matanya tertuju pada wanita yang mengenakan cardigan ungu duduk sendiri dimeja pojok lalu dia menghampirin wanita tersebut. Setelah sampai tanpa basa-basi Hary menyapa wanita itu.
“Rita yah??” sapa Hary
“Iya, anda siapa yah?? Jawab Rita
Rita pun berdiri, betapa terkejutnya Hary setelah melihat Rita secara dekat dan nyata apa yang dia bayangkan selama ini tidak sama dengan yang diharapkan sekarang, tapi dia pintar untuk menyembunyikan rasa kagetnya tersebut.
“Hary…” Hary menulurkan tangan untuk berkenalan
“Ri.. ri..ta…” Rita menyambut tangan Hary dengan gugup, “silahkan duduk…”
Suasanapun menjadi dingin, sepi, sunyi, datanglah seorang waiters kantin tersebut yang memecah kesunyian tersebut.
“Permisi mas, mba mo pesen apa??” Tanya pelayan itu
Hary dan Rita saling pandang
“Kamu mo pesen apa?” Mereka berkata berbarengan
Ada senyum getir diantara mereka.
“Saya jus alpukat aja, kalo kamu mo apa??” Tanya Hary kepada Rita
“Emm.. saya es teh manis aja mba..” Jawab Rita
“Udah itu aja pesenanya mas, mba?” waiters itu menanyakannya kembali
“Ga pesen makanan Rit?” Tanya Hary
“ Masih kenyang..” Jawab singakat Rita
“Yah udah kita pesen minuman aja mba…” Tukas Hary
Dan suasana kembali sepi. Hape Hary berdering ada telpon masuk. Hary berdiri dan menjauh dari meja itu. Setelah selesai menerima telpon yang ntah dari siapa Hary pun kembali kemejanya, minumanpun telah tersedia.
“Temen tadi telpon, kenapa belum diminum?? Diminum donk…” Tanya Hary
“Udah kok..” Jawab Rita
“Setelah ini kamu langsung ikut aku keBogor yah?”
“Emmm…. Cariin aku kost-kostan diJakarta aja yah, ga enak kalo aku ikut kamu keBogor..”
“ga papa kan sesuai dengan rencana kita, aku akan ngenalin kamu sama orang tau aku.”
“iyah… tapi jangan sekarang aku masih capek…”
Didalam hati Rita berbicara sendiri, Rita tau yang lagi Hary rasakan sekarang betapa kecewanya setelah melihat dia dengan nyata. Hary ga mungkin meninggalkan dia dipertemuan pertama ini dimana harga diri dia seorang cowok kalo dia berani melakukan hal tersebut. Setelah cukup lama dikantin pelabuhan itu Hary memutuskan untuk segera keJakarta menemuin temanya yang punya sewaan kost-kostan.
Singkat cerita sesuai dengan planning pertama mereka Rita dan Hary pun menikah setalah Rita diperkenalkan Hary denagan keluarganya, emank sich keluarga tidak menyetujuin keputusan Hary itu tapi yah mau gimana lagi Hary hanya tidak mau dibilang sebagai seorang pecundang.
Setelah menikah Rita mau tidak mau ia harus menetap diBogor dikarnakan Hary kan bekerja diBogor. Diawal pernikahan rumah tangganya adem ayem aja, makin lama makin berbulan-bulan Rita semakin tersiksa batin oleh sikap dingin Hary yang sedikitpun tak menghargain dia sebagai istrinya, Rita seperti patung bergerak yang hanya melayanin kebutuhan dapur dan sumur suaminya tanpa melayanin kebutuhan kasur. Sembilan bulan kenal suaminya ternyata tidak cukup untuk mengenal sifat dan sikap suaminya.
Gundah dihati Rita makin mendera melihat jam didinding kamarnya telah menunjukan pukul 23.00 namun tak ada kabar dari suaminya, lalu Rita memutuskan untuk menonton Tv, channel Tv itu kembali diganti-gantinya. Seketika tanganya terhenti menekan remote Tv itu disalah satu channel News terUp-to date matanya tidak berkedip sedetikpun, bibirnya kaku dan jantungnya seakan berhenti berdetak setelah melihat berita kecelakan yang mengenaskan. Mobil masuk kejurang dan dinyatakan pengemudinya meninggal ditempat, sekarang korban berada dikamar mayat RS. Sukma. Seketika air mata Rita menetes setelah tau mobil itu berPlat Polisi B 459 TH yah itu mobil suaminya. Secepat kilat Rita ganti pakaian diraihnya tas dan kunci mobil diatas meja rias kamarnya lalu dia mengeluarkan mobil dari bagasi rumahnya dan menuju RS. Sukma. Mobil Rita melaju dengan kencang menembus malam yang dingin itu…. Wuuuussssss……
Sesampai dikamar mayat Rita tanpa babibu lagi langsung menanyakan mayat korban kecelakan yang baru terjadi dengan petugas kamar mayat tersebut.
“Permisi pak… apakah benar disini ada mayat yang meninggal akibat kecelakan yang mobilnya masuk kejurang??” Tanya Rita dengan panik
“Iya betul ada bu, kalo boleh tau ibu siapanya korban??” Tanya balik petugas itu
“Saya istirnya korban pak, bias saya liat mayat suami saya pak?”
“Oooh tentu saja bisa bu, mari saya antar….”
Setelah didepan mayat suaminya yang masih ditutupin kain berwana putih yang berceceran darah dimana-mana, Rita membuka kain itu dengan perlahan. Setelah dibuka betapa terkejutnya Rita bahwa mayat itu benar adalah suaminya. Air mata Rita pun tak terbendung, ada jeritan tangis yang menyayat hati. Walau suaminya selalu dingin kepadanya Rita tetap mencintai suaminya itu. Penglihatan Rita seakan berkunang-kunang dan ruangan menjadi gelap. Rita pingsan….
Lalu petugas kamar mayat itu membawa Rita diruang perawat. Setelah Rita sadar tangis kembali mendera. Suster yang merawat hanya bisa menenangkannya.
“Sabar bu, mungkin ini sudah jalannya. Iklasin aja..” Suster itu mencoba berbicara
Tapi tak ada jawaban dari Rita, cuma linanagan air mata saja yang berbicara.
“Oooh iya ini ada sesuatu dari petugas kamar mayat tadi katanya bunga mawar itu ditemukan persis dijok samping tempat suami ibu menyetir.”
Lalu Rita meraih bunga mawar nan cantik dari tangan suster itu. Dilihatnya rangkainya bunga mawar merah itu, diciumnya bau harum bunga mawar tersebut dan diselipan bunga mawar itu terdapat kartu ucapan. Segera Rita buka ucapan itu, betapa terkejutnya Rita setelah membaca kata-kata dikartu ucapan tersebut.

“ To My Wife Rita
Hari ini tepat 6 bulan kita menikah.
Maafkan aku jika aku selama ini terlalu dingin terhadap kamu,
Aku hanya mementingkan Ego ku sendiri
tapi ketauhinlah dari dulu sampai sekarang
aku tidak pernah berhenti mencintaimu.
Aku terlalu medengar kata-kata orang
tapi sekarang aku baru sadar orang-orang tidak berhak menghakimin kamu.
Terima kasih atas kesabaran kamu dengan sikap ku selama ini.
I ALWAYS LOVE U”

Tangisan Rita kembali pecah. Rita salah mengartikan sikap Hary selama ini kepadanya. Sekarang dibenak Rita ada duka yang menyelimuti jiwa. Bukan duka yang menyayat hati tapi duka bahagia bahwa Rita tau betapa suaminyapun masih mencintainya. Kebahagian yang tidak pernah dikecap harus dikubur bersama jasad suaminya tapi cinta suaminya tetap dikenangnya sepanjang masa ITU JANJI RITA.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar